Imigrasi akan perketat izin WNA yang akan kerja sebagai guru

Diposting oleh : User2, Kategori: Liputan Media

Merdeka.com - William James Vahey (64), pria asal Carolina Selatan, Amerika Serikat ini menjadi buronan agen FBI karena menyodomi sejumlah anak di bawah umur. Profesi Vahey sebagai guru rupanya dimanfaatkan untuk melancarkan aksinya.
Vahey sehari-hari berprofesi sebagai guru anak-anak. Dia sudah malang melintang di dunia pendidikan anak di beberapa negara, antara lain, Spanyol, Inggris, Iran, Amerika, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Vahey sempat bekerja di Jakarta International School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan mulai tahun 1992 hingga 2002. Namun Vahey ditemukan tewas bunuh diri tahun 2014 karena aksi bejatnya diketahui atasannya.
Untuk mengantisipasi aksi pencabulan yang dilakukan oleh warga negara asing, pihak Direktorat Imigrasi Jakarta Selatan lebih memperketat pengawasan keluar masuk para bule di Jakarta khususnya wilayah Selatan.
Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Direktorat Imigrasi Jakarta Selatan Bambang Permadi mengatakan, nantinya jika ada permintaan izin visa bekerja yang diajukan WNA maka pihaknya akan melakukan pengecekan ulang. "Kita akan koordinasi dengan instansi terkait teknis untuk meminta surat rekomendasinya," ungkap Bambang saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/5).
Bambang menjelaskan jika WNA tersebut ingin mengajukan izin bekerja sebagai guru, maka pihak imigrasi akan meminta surat rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Nanti akan kita tanyakan apakah si WNA ini layak diberikan izin sesuai prinsip yang bersangkutan menurut data yang diberikan dan memang dalam bidangnya seperti yang tercantum dalam surat permohonan," jelas Bambang.
"Imigrasi fasilitator surat rekomendasi itu. Jadi kita yang mintakan kepada instansi terkait teknis," tandasnya.

 
sumber : imigrasi.go.id


Berita Lainnya