Yasonna Pimpin Upacara Peringatan Hari Dharma Karyadika ke-72

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

Jakarta (30/10) – Jajaran Kementerian Hukum dan HAM RI memperingati Hari Dharma Karyadika (HDKD) ke-72 yang jatuh tepat tanggal 30/10 2017, dengan melakukan upacara di kompleks Kementerian Hukum dan HAM RI, Senin (20/10). Hadir sebagai Inspektur Upacara, Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, yang menggunakan pakaian adat Kalimantan Timur.

Dalam peringatan HDKD kali ini, nampak suasana yang berbeda jika dibandingkan peringatan tahun-tahun sebelumnya. Ini dikarenakan, seluruh peserta dan petugas upacara memakai pakaian adat dari  berbagai daerah di Indonesia.

Yasonna menekankan dalam sambutannya agar upacara HDKD dimaknai sebagai bentuk semangat dari pegawai Kementerian Hukum dan HAM untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat.

“Jajaran Kementerian Hukum dan HAM harus memiliki kebersamaan, totalitas dan loyalitas. Seperti yang dilambangkan melalui kuda sebagai icon Hari Dharma Karyadhika 2017”, ujar Yasonna.

Semangat tersebut hendaknya juga disertai dengan kemampuan intelektual. Yasonna merasa prihatin dengan rendahnya minat masyarakat Indonesia akan membaca dan menulis ayng dianggap memiliki korelasi terhadap tingginya angka kriminalitas yang berdampak pada penuhnya lapas dan rutan. Untuk itu, Yasonna meminta agar seluruh unit pelayanan dapat menyediakan ruang khusus membaca bagi masyarakat.

Terakhir, Yasonna menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemenkumham agar bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif dan tenang, dalam menghadapi tahun 2018 sebagai tahun politik dengan adanya pilkada serentak.

Dalam kegiatan ini juga Menkumham juga memberikan penghargaan kepada enam orang petugas pemasyarakatan berprestasi, yang telah memberikan manfaat yang besar dalam pelaksanaan kinerja kementerian yang lebih baik.

Keenam petugas tersebut adalah:

  1. Mas Indra Prawoto (Lapas Ngawi) sebagai promotor pendidikan pembelajaran paket C;
  2. Muhammad Bahrun (Lapas Pasir Putih Nusakambangan) sebagai pamong pembina narapidana teroris terbaik;
  3. Erlyn Erdiana (Lapas Banyuwangi) yang berhasil menggagalkan penyelundupan handphone dalam pembalut;
  4. Rohana (Rutan Kandangan Kalimantan Selatan) sebagai pengelola data base terbaik;
  5. Ricardho Losario Talaut ( Lapas Tual, Maluku) sebagai pengelola data base terbaik;
  6. Serta Yovie Agustiana Putra (Lapas Tanjung Pandan Bangka Belitung) yang menggagalkan masuknya narkoba di dalam nasi bungkus.

Menkumham juga memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun yang menggagas inovasi berupa Anjungan Paspor Mandiri (APM). APM merupaka sebuah inovasi yang digagas dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat di Wilayah setempat dalam mengurus permohonan paspor secara mandiri.
Dengan aplikasi APM para pemohon paspor bisa mengunggah berkas-berkas melalui mesin APM yang tersedia di beberapa titik di Tanjung Balai Karimun. Sehingga mereka cukup datang sekali untuk wawancara dan foto. Paspor yang sudah jadi akan dikirim melalui PT. POS Indonesia. APM diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan jarak yang memisahkan antara pemohon paspor dengan Kantor Imigrasi

 

sumber : imigrasi.go.id


Berita Lainnya