DEPORTASI TKI NONPROSEDURAL OLEH PEMERINTAH MALAYSIA

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

PRESS RELEASE

Jakarta (13/7) - Selama bulan Juli telah 611 orang TKI ilegal telah dideportasi oleh Pemerintah Malaysia melaui Pelabuhan Pasir Gudang Johor Bahru Malaysia menuju Tanjung Pinang Indonesia.

Para TKI ilegal tersebut sebelumnya ditahan di beberapa penjara yaitu penjara Pekan Nenas Johor, penjara Tanah Merah Kelantan, penjara KLIA Sepang dan penjara Ajil Terengganu,

Pada tgl 6 Juli telah dideportasi sebanyak 322 TKI ilegal dengan perincian sbb:

Penjara Pekan Nenas, Johor:
Laki-laki 271 org
Perempuan 47 org
Anak Lelaki 4 org
Jumlah Total 322

Pada tgl 11 Juli 2017 terdapat 288 TKI telah dideportasi dengan perincian sbb:

1. Penjara Tanah Merah, Kelantan
Laki-laki 56 org
Perempuan 11 org
Jumlah Total 67 org

2. Penjara Ajil, Terengganu 
Laki-laki 54 org
Perempuan 10 org
Anak-anak lelaki 1 org
Anak-anak perempuan 2 org
Jumlah Total 67 org

3. Penjara KLIA-Sepang
Laki-laki 23 org
Perempuan 71 org
Jumlah total 94 org

Berdasarkan data sejak Januari- 07 Juni 2017 telah dideportasi sebanyak 4.863 TKI ilegal melalui Johor Bahru, Malaysia,

Pelanggaran keimigrasian yang umumnya dilakukan adalah menyalahgunakan izin tinggal, tidak memiliki izin tinggal, tidak memiliki paspor, masuk tidak melalui pintu resmi dsb,

Upaya Ditjen Imigrasi untuk mengurangi jumlah TKI yang dideportasi dari Malaysia diantaranya adalah;
1. Melakukan seleksi yang ketat kepada CTKI yang akan mengajukan permohonan paspor di Kantor Imigrasi, dengan melakukan penundaan pemberian paspor,
2. Bekerjasama dengan Kemenaker dan BNP2TKI terkait dengan rekomendasi kerja bagi CTKI yang akan mengajukan permohonan paspor, dengan memintakan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh instansi terkait sebagai persyaratan tambahan,
3. Bekerjasama dengan instansi terkait termasuk penegak hukum, terkait dengan adanya dugaan CTKI nonprosedural yang mencoba mengelabui petugas imigrasi dengan memalsukan identitas dan data diri pada saat pembuatan paspor, dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan, 
4. Melakukan pengawasan ketat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), dengan melakukan penundaan keberangkatan, dan
5. Memasukan data para TKI ilegal yang dideportasi ke dalam database keimigrasian oleh para Atase Imigrasi yang ditugaskan di Perwakilan RI di Luar Negeri,

Upaya tersebut di atas dilakukan dalam rangka memberikan kepastian dan perlindungan hukum, sehingga para TKI yang bekerja dan keluarga yang ditinggalkan akan merasa aman, baik pada saat keberangkatan, berada di luar negeri dan kembali ke tanah air dengan selamat,

Demikian kami sampaikan dan diucapkan terima kasih,

Kabag Humas dan Umum

t.t.d

Agung Sampurno

 

sumber : imigrasi.go.id


Berita Lainnya