WN Malaysia Ditangkap Urus Paspor Indonesia

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

Medan-Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia ditangkap petugas Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan karena mengurus paspor Indonesia, Selasa (27/9) sore.

Dari tangan MR bin MN, pria asal Selangor yang berprofesi sebagai General Manager (GM) di salah satu perusahaan pengelolaan CPO di Kota Medan itu diamankan barang bukti berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), buku nikah dan permohonan pengajuan paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Drs Lilik Bambang Lestari didampingi Kabid Wasdakim, Petrus Teguh dan Kasi Penindakan, Mydran Dylan menyebutkan, penangkapan itu berawal dari kecurigaan petugas wawancara terhadap bahasa yang digunakan MR bin MN. “Saat mewawancara MR bin MN, petugas curiga karena dia menggunakan bahasa yang kurang lazim digunakan warga negara Indonesia. Seperti pusing-pusing di kota Medan serta motor bike” ungkap Lilik kepada wartawan, Rabu (28/9).

Atas kecurigaan itu, petugas wawancara melimpahkan berkas permohonan dan pemohon ke Bidang Wasdakim untuk didalami. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa MR bin MN merupakan WNA Malaysia pemegang kartu Izin Tinggal Terbatas (ITAS) keluaran Kantor Imigrasi Kelas II Belawan. “Usai menjalani pemeriksaan sementara, WNA ini akan didetensi untuk selanjutnya diposes pro justicia sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku” ujar mantan Kadiv Imigras Kanwil Jawa Tengah itu.

Sementara Kabid Wasdakim Kanim Kelas I Khusus Medan, Petrus Teguh menambahkan“kami  sedang dalam tahap melakukan pendalaman terhadap kasus ini mengenai tujuan yang bersangkutan mengajukan permohonan paspor RI di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan”.

Akibat perbuatannya, petugas mempersangkakan MR bin MN melanggar pasal 126 huruf (C) UU RI No. 06 tahun 2011 tentang keimigrasian. “Dia memenuhi unsur ‘setiap orang dengan sengaja memberikan data atau keterangan tidak benar untuk memohon paspor WNI” ujarnya.

MR bin MN saat ditanyai mengaku KK, KTP dan buku nikah yang dimilikinya diurus istrinya. Dia tidak tau-menahu mengenai dokumen-dokumen tersebut. “Istri saya yang urus. Saya kasih uang Rp10 juta untuk mengurus itu, tapi tidak tau berapa biayanya semua” ungkapnya seraya memastikan dokumen-dokumen tersebut memang asli.


Berita Lainnya