DATANG KE INDONESIA, ORANG ASING DAPAT URUS ITAS SECARA ONLINE

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

Medan-


“Tanggal 26 Januari 2016 lalu kita sudah soft launching pada 11 kantor Imigrasi di Jakarta. Lalu, 26 April 2016 kita grand launching ke seluruh kantor Imigrasi di Indonesia. Dan 26 Oktober 2016 mendatang improvement pemberlakuan ITAS online,” ungkap Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Kemenkumham RI, Friement FS Aruan, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Izin Tinggal Terbatas (ITAS) online dan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Selasa (9/8).


Dalam sosialisasi yang turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, Maroloan Barimbing, Kadiv Keimigrasian Sumut, Yudi Kurniadi dan Kepala Kantor Imigrasi Medan, Lilik Bambang, Friment menyebutkan dengan ITAS online warga negara asing lebih mudah mengurus ITAS. Pelaporan ITAS bisa melalui website http://izintinggal.imigrasi.go.id/.

Dengan adanya ITAS online tersebut, setibanya di Indonesia warga negara asing dapat mengaksesnya melalui gadget yang mereka miliki. Dan nantinya ITAS dapat berupa hard copy (kartu ITAS) dan soft copy (surat elektronik) yang dapat lebih memudahkan dalam manajemen file dari sisi pemohon.

“Jadi ini juga sebagai upaya meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia. Mendukung agar warga negara asing melakukan investasi di negara kita. Mereka merasa izinnya dimudahkan,” ungkapnya.


Saat ini ITAS online hanya dapat digunakan bagi WNA yang masuk ke Indonesia denga VISA tinggal terbatas. Setelah tanggal 26 Oktober 2016, ITAS online tidak hanya dapat digunakan bagi WNA yang masuk ke Indonesia dengan Visa tinggal terbatas saja, namun juga sudah bisa diperuntukkan bagi WNA yang alih status dari izin tinggal kunjungan ke ITAS, anak WNA yang lahir di Indonesia, serta perpanjangan ITAS.


Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, Maraloan Barimbing, menyebutkan, semua sponsor yang memperkerjakan orang asing wajib melaporkan keberadaan orang asing. Hal ini agar Imigrasi mengetahui segala kegiatan orang asing tersebut.

"Jangan sampai nanti izin kerjanya di Medan, tiba-tiba kita sudah dapat laporan dia sudah liburan di Bali dalam jangka waktu yang lama. Pernah ada kejadian seperti. Atau ada yang izinnya wisata, tapi ternyata dia kerja di Indonesia. Ini langsung kita tindak," katanya.

Hingga sejauh ini sudah ada 100 orang asing yang ditindak. Dan beberapa di antaranya sudah diproses secara hukum. Ia berharap ke depan keberadaan orang asing ini tetap dilaporkan.


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini