Tamu Hotel Wajib Laporkan Tamu Asing ke Imigrasi

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

Edisi 30-05-2016
MEDAN – DPRD Kota Medan mendukung penuh kebijakan Imigrasi yang mewajibkan manajemen hotel untuk melaporkan tamu hotel berwarga negara asing ke Imigrasi. 


Regulasi ini akan semakin memperketat pengawasan keberadaan orang asing di Kota Medan. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Jumadi, mengatakan, regulasi yang diterapkan Imigrasi dalam mewajibkan manajemen hotel untuk melaporkan tamu asingnya ke Kantor Imigrasi patut didukung. Kebijakan ini merupakan terobosan dalam mengimplementasikan Perda IMTA. 

“Sejak disahkannya Perda IMTA awal tahun ini, pihak Imigrasi semakin gencar mengawasi keberadaan orang asing di Medan. Ini merupakan terobosan yang dibuat Imigrasi berkat adanya Perda IMTA tersebut” papar Jumadi yang juga menjabat mantan Ketua Pansus Peraturan Daerah (Perda) Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) DPRD Kota Medan, Minggu (29/5). 

Jumadi mengakui di dalam Perda IMTA belum mengatur secara spesifik pengawasan keberadaan tamu asing di hotel. Melainkan, hanya mengatur pengawasan pekerja asing yang ada di hotel dan tempat pekerjaan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, Jumadi optimistis akan membuat aturan tersebut. ini dilakukan agar pihak Imigrasi memiliki payung hukum yang lebih kuat dalam mengawasi seluruh keberadaan orang asing di Kota Medan. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang Lestari, mengungkapkan, telah memiliki payung hukum untuk mengawasi keberadaan tamu hotel berwarga negara asing yakni Pasal 72 Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ada sanksi pidana bagi manajemen hotel yang tidak melaporkan tamu asingnya ke Imigrasi berupa kurungan penjara paling lama tiga bulan atau denda Rp25 juta. 

“Sebanyak 26 hotel di Medan yang telah koperatif melaporkan tamu asingnya ke Imigrasi. Sistemnya, setiap kali ada tamu hotel asing yang menginap di hotel, manajemen hotel langsung melaporkannya ke kami. Regulasi ini tidak hanya berlaku untuk hotel saja, namun juga jenis penginapan lain seperti mes, kos-kosan, rumah sewa dan lainnya” ucapnya. 

Lilik Bambang Lestari menambahkan, untuk memudahkan manajemen hotel melaporkan tamu hotelnya yang berwarga negara asing ke Imigrasi, telah menyediakan aplikasi khusus untuk itu yakni Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang bisa diakses secara online melalui laman www.imigrasi.go.id. “Selama ini, belum ditemukan adanya pelanggaran oleh tamu hotel berwarga negara asing yang menginap di hotel” ujarnya. Untuk itulah, pihaknya gencar melakukan sosialisasi terkait hal ini. Jika nanti masih ada juga manajemen hotel yang tidak melaporkan tamu asingnya, pihak Imigrasi siap menindak tegas manajemen hotel tersebut. 

“Makanya, kita beri tahu dulu. Kalau masih ada juga yang melanggar, kita siap menjalankan regulasi yang telah kita buat ini” ucapnya. Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan telah melakukan sosialisasi tentang manajemen hotel yang harus melaporkan tamu asingnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (26/5) lalu. 

General Manager Grand Aston City Hall Medan, Silvey Tangkilisan, mengungkapkan, sebelum mendukung regulasi Imigrasi tersebut, selalu meminta identitas berupa paspor setiap kali ada tamu asing yang menginap di hotel. “Syukurnya sekarang sudah ada laporan secara online dan itu sangat memudahkan kita melaporkan tamu asing yang menginap di hotel ini. Selama ini, tidak ada kendala untuk itu” paparnya. 

Hal senada diungkapkan Public Relation Manager Santika Premiere Dyandra and Convention Medan, Gledy Simanjuntak. Menurutnya, akan melakukan kroscek ulang bagi setiap tamu asing yang di-check in kan oleh orang lain. 

Dicky irawan 

sumber : imigrasi.go.id


Berita Lainnya