Lurah dan Kepling Turut Bertanggungjawab Awasi Imigran Ilegal

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

 Medan-  Aparatur pemerintahan baik Lurah maupun Kepala Lingkungan turut bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap imigran ilegal yang berada di tempat penampungan. Pengawasan terhadap keberadaan para imigran ilegal tersebut, tidak serta merta hanya menjadi tanggungjawab petugas imigrasi.

Hal itu disampaikan Camat Medan Sunggal, Fahri Matondang saat membuka acara sosialisasi pengawasan orang asing dan penanganan imigran non regular di Kantor Camat Medan Sunggal, Kamis (21/4).

Fahri mendukung penuh langkah Imigrasi dalam mengawasi keberadaan orang asing di Kecamatan Medan Sunggal. Melalui sosialisasi tersebut, akan mempermudah Lurah dan Kepling setempat dalam mengawasi orang asing di lingkungannya.

"Kami sangat mendukung program Imigrasi itu dalam mengawasi keberadaan orang asing di Kecamatan Medan Sunggal, makanya kami fasilitasi acara sosialisasinya di kantor ini. Sehingga, Lurah dan Kepling disini bisa lebih memahami tugasnya dalam mengawasi keberadaan orang asing di wilayahnya masing-masing" ungkapnya.

Dikatakan Fahri, ada tiga tempat penampungan yang berada di Kecamatan Medan Sunggal yakni, Wisma Virgo, Wisma Rajawali dan Blessing House. Dari ketiga tempat tersebut, terdapat 121 imigran ilegal di tiga lokasi tersebut.

"Sekarang, Lurah dan Kepling bisa lebih mudah untuk melakukan kordinasi dengan pihak Imigrasi bila menemukan orang asing yang dicurigai" ujarnya.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumut, Yudi Kurniadi menjelaskan jumlah Imigran ilegal di Kota Medan sebanyak 520 orang yang tersebar di 8 ruang detensi Kantor Imigrasi Medan. Selain itu, tidak menutupkemungkinan adanya orang asing lainnya yang bermukim di rumah warga. Hal itu menjadi tanggungjawab bersama, untuk menjaga keamanan lingkungan dari orang asing yang dapat membahayakan keamanan tersebut.

"Dengan sudah dimasukkannya kecamatan di dalam Tim Pengawasan Orang Asing atau Tim Pora Kota Medan, maka Lurah dan Kepling juga berhak untuk mengawasi keberadaan orang asing di lingkungannya. Karena, ini menjadi tugas kita bersama dalam menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing" paparnya.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Kesbangpolinmas Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar mengungkapkan masuknya orang asing ke Indonesia, khususnya Kota Medan dan sekitarnya dapat memberikan manfaat dan juga tidak memberikan manfaat. Keberadaan orang asing yang tidak bermanfaat itulah yang harus benar-benar dipantau.

Setidaknya, ada 7 dasar hukum yang dapat dijadikan acuan bagi para Lurah dan Kepling dalam mengawasi keberadaan orang asing tersebut diantaranya Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 104 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan, UU Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, UU Nomor 41 Tahun 2006 tentang Perizinan Melakukan Kegiatan dan Pengembangan Bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing dan Orang Asing, Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman Peraturan Tenaga Kerja Asing di Daerah dan Permendagri Nomor 16 Tahun 2011 tentang Komunitas Intelijen Daerah.

"Landasan pengawasan orang asing lainnya adalah dari segi faktor keamanan. Untuk itu, Kesbangpol mengajak Pemda dan masyarakat untuk antisipasi segala hal yang jadi potensi ancaman di wilayah kita dari gangguan orang asing. Makanya, kenali warga di wilayah kita masing-masing yang kita duga jadi tempat tinggalnya orang asing" jelasnya.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang mengapresiasi Kecamatan Medan Sunggal yang turut berpartisipasi dalam mengawasi keberadaan orang asing. "Sosialisasi pengawasan orang asing ini akan terus kita lakukan ke kantor camat lainnya di Kota Medan. Karena, di era bebas visa ini, tidak sedikit orang asing yang akan masuk ke Kota Medan dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mengawasi keberadaan orang asing itu" imbuhnya.


Berita Lainnya