Imigrasi Kelas I Khusus Medan Deportasi WN Rusia

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

Medan - Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, Mikhael, yang diamankan petugas kepolisian dari kawasan Langkat, Sumatera Utara, akan dideportasi ke Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (31/3) malam ini sekira pukul 20.00 WIB melalui Bandara Kuala Namu Internasional.

Pendeportasian pemuda yang berprofesi sebagai tour guide di negaranya itu dilakukan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, setelah menjalani pemeriksan oleh petugas.

“Rencananya, Yang Bersangkutan akan pulang ke Kuala Lumpur, dan Yang Bersangkutan sudah membeli tiket pulangnya dengan menumpangi pesawat Silk Air”, terang Kepala Kanim Kelas I Khusus Medan, Drs. Lilik Bambang Lestari, melalui Kabid Wasdakim, Herawan Sukoaji, kepada wartawan, kemarin.

Disebutkan Herawan, Mikhael diduga telah melanggar Pasal 75 UU No. 06 tahun 2011 tentang Keimigrasian. “Berdasarkan pemeriksaan, dia tidak ada niat untuk membakar bendera Indonesia. Dia hanya kecewa saja dengan pelayanan tour guide. Padahal, dia juga tour guide dan berencana mempromosikan wisata yang ada di Indonesia ke negaranya,” tukasnya.

Kejadian tersebut berawal saat Mikhael (WNA Rusia) beserta ibunya berwisata di kawasan Bukit Lawang, Kabupaten Langkat. Ketika itu, mereka dipandu oleh pemandu wisata selama dua hari dengan membayar pemandu wisata sekitar Rp 1,5 juta selama dua hari, namun keesokan paginya, pemandu meninggalkan mereka karena harus memandu lagi. Akhirnya, Mikhael beserta ibunya turun tanpa dikawal pemandu.

Setelah keluar dari hutan itu, mereka yang merasa kecewa lantas mengadu ke kantor Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). “Namun, sewaktu di sana mereka merasa kecewa karena tak dilayani. Mikhael pun menarik tali bendera hingga putus, sedangkan benderanya tidak apa-apa”, dan petugas yang mengetahui hal tersebut langsung mengamankan Mikhael dan ibunya ke Mapolres Langkat, ungkap Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro.

Adapun alasan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan mendeportasi WNA tersebut, dikarenakan sikap emosional yang keluar dari WNA telah mengganggu keamanan dan ketertiban umum khususnya di desa Bukit Lawang, Bahorok pada saat itu.

Namun dikarenakan sikap emosional tersebut timbul akibat pelayanan wisata yang tidak baik yang diberikan oleh oknum pemandu wisata, maka Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan tidak memasukkan WNA tersebut dalam daftar penangkalan.


Berita Lainnya