Imigrasi dan Pemko Satukan Pemahaman Pengawasan Orang Asing

Diposting oleh : Super Admin, Kategori: Berita Utama

MEDANWOL – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan bekerjasama dengan Pemko Medan akan menggelar road show 21 kecamatan se-Kota Medan. Kegiatan yang disponsori International Organization of Migration (IOM) bertujuan untuk melakukan sosialisasi ke para camat yang ada di Medan tentang pengawasan orang asing, khususnya pencari suaka maupun imigran ilegal.

“Road show itu merupakan tindaklanjut dari rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Saat berdiskusi tersebut, masing-masing instansi yang terlibat dalam Timpora mempunyai visi-misi yang sama tentang pengawasan orang asing. Sehingga, kita menganggap perlu dilakukan sosialisasi kepada aparatur pemerintah di Kota Medan, khususnya camat, lurah dan Kepling, terkait pengawasan orang asing,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Drs. Lilik Bambang Lestari, didampingi Kasubag Kepegawaian, El Faiz Lubis, saat rapat bersama dengan Asisten I Pemerintahan Pemko Medan, Drs. Musadad, Kaban Kesbanglinmas, Ceko Wakhda Ritonga, dan Kabag Tapem, Zain Noval di ruang Asisten Pemerintahan Pemko Medan, Kamis (3/3).

Sebab, kata mantan Kakanim Kelas I Polonia itu, hingga saat ini belum ada aturan yang di sah-kan khusus membahas penanganan pencari suaka maupun imigran ilegal. Sehingga, perlu di satu-padukan pemahaman dalam penanganan orang asing tersebut.

“Selama ini, masyarakat hanya tahu kalau orang asing yang menangani Imigrasi. Padahal, instansi lain juga ada terlibat. Semisal kalau di Medan, Disnaker, Disbudpar maupun Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Lilik juga menyebutkan, sosialisasi ini juga dalam rangka persiapan Kota Medan menyambut pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dimana, bakal banyak orang asing yang masuk ke Indonesia khususnya Medan secara bebas.

Sementara Asisten Pemerintahan, Musadad, mendukung rencana pelaksanaan road show sosialisasi tentang pengawasan orang asing ke kecamatan-kecamatan se Kota Medan. Namun ia menyarankan, sebelum dilakukan road show, baiknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu secara serentak terhadap 21 camat, agar tidak memahami satu sisi saja.

Senada dengan Musadad, Kepala Badan Kesbanglinmas, Cheko, berharap kegiatan ini dapat berjalan lebih dan bermanfaat bagi para SKDP terkait, camat, lurah, kepling di Kota Medan. Sebab tidak semua pejabat mengerti mengenai aturan pengawasan tersebut.

“Contohnya saja saya, baru-baru ini saya dilaporkan anggota ada dua WN Belanda yang mengadakan kegiatan di salah satu tempat di Medan. Saya tidak tau harus berbuat apa. Karena yang selama ini pemahaman kita, orang asing itu dibawah pengawasan Imigrasi. Sehingga kalau ada kegiatan seperti ini, kita bisa paham tupoksi dan SOP pengawasan orang asing,” jelasnya.

“Bayangkan saja, uang yang diterima satu keluarga pencari suaka maupun imigran ilegal dari IOM lebih tinggi dari UMK Kota Medan. Ini tentu dapat menimbulkan kecemburuan,” ketusnya sembari menyebutkan adanya ketimpangan kesejahteraan antara imigran dan warga lokal.

Sementara perwakilan IOM, Cathrene, dalam pertemuan itu mengaku IOM siap mendukung pemerintah Indonesia, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai penanganan pencari suaka maupun imigran illegal. (wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

 

sumber : imigrasi.go.id


Berita Lainnya